Kamis, 23 Desember 2010

pengertian kelompok

1.Interaksi interpersonal
Humans (1950) adalah sejumlah individu yang berkomunikasi dengan yang lain dalam jangka waktu yang jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
Bonner (1959) kelompok adalah sejumlah individu yang berinteraksi dengan individu yang lain
Stogdil (1959) satu system interaksi terbuka dimana pola interaksi tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
2. Persepsi Keanggotaan
a) Smith (1945) : kelompok sosial adalah satu unit yang terdiri dari sejumlah organisme yang mempunyai persepsi kolektif tentang kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk berbuat dan bertingkah laku dengan cara yang sama dengan lingkungan.
b) Bales (1950) : kelompok kecil adalah sejumlah orang yang berinteraksi secara langsung dimana masing-masing anggota menerima presepsi dan impresi pertama dengan yang lain dan memberi reaksi satu dengan yang lain.
3. Kesaling tergantungan
a) Lewin (1951) : konsep tentang kelompok sebagai satu dinamika haruslah memasuki definisi tentang kesaling tergantungan anggota.
b) Friedler (1967) : kelompok itu adalah individu yang mempunyai takdir bersama dimana jika satu kejadian mempengaruhi seseorang dalam kelompok maka anggota lain akan terpengaruh.
c) Cartwright dan Zender (1968) : eklompok itu sekumpulan individu yang mempunyai hubungan antar anggota yang satu dengan yang lain yang membuat mereka saling tergantung dalam tingkatan tertentu.
4. Tujuan
a) Mills (1967) : kelompok adalah satu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bekerja sama atau melakukan kontak untuk mencapai satu tujuan dan yang mempertimbangkan kerjasama diantara kelompok sebagai satu yang berarti.
b) Freedman (1936) : orang masuk dalam kelompok antara lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok tersebut.
5. Motivasi
a) Catell (1951) : kelompok adalah sekumpulan organisme yang saling berhubungan satu dengan lain untuk memenuhi kebutuhan tiap anggota.
b) Bass (1960) : kelompok adalah sekumpulan individu dimana keberadaannya sebagai kelompok menjadi reward.
6. Organisasi Terstruktur
a) Mc David dan Harari : organisasi sebagai kelompok adalah sistem terorganisasi dimana ada dua orang atau lebih individu yang berhubungan dalam fungsi yang sama, mempunyai seperangkat
standar tentang hubungan peran anggota dan mempunyai norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompok.
b) Sherif dan Sherif (1959) : kelompok adalah unit sosial yang ditandai sejumlah individu yang mempunyai status, hubungan peran, norma tertentu yang semuanya itu mengatur tingkah laku anggota kelompok.
c) Stogdill (1959) : satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
7. Mutual Influence
a) Shaw (1979) : dua atau lebih individu yang berinteraksi satu dengan yang lain dimana masing-masing anggota mempengaruhi satu dengan yang lain.

Wirawan, Sarlito. 1997. Psikologi Sosial : Psikologi Kelompok dan PsikologiTerapan. Universitas
Indonesia : Jakarta





• Pengertian Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. Dinamika berarti interaksi atau interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.
Maka dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.

• D. Orientasi Teoritis Dalam Dinamika Kelompok Efektivitas kelompok dipengaruhi:
1. Tujuan → mudah dimengerti oleh anggota kelompok, relevan dengan kebutuhan anggota, mengisyaratkan saling ketergantungan dan membangkitkan komitmen tingkat tinggi dari anggota untuk mencapainya.
2. Anggota harus mengkomunikasikan ide-ide dan perasaan.
3. Partisipasi dan kepemimpinan harus terdistribusikan antar anggota tanggung jawab. Semua orang terlibat dalam pekerjaan kelompok, setia terhadap kebutuhan kelompok dan puas terhadap keanggotaannya.Sumber daya (potensi anggota dimanfaatkan) Meningkatkan kohesivitas kelompok.
4. Prosedur pengambilan keputusan → tepat dan fleksibel
5. Kekuasaan dan pengaruh → keahlian kemampuan
6. Konflik → kontroversi ide / opini Pemicu : - kebutuhan
- kelangkaan sumber daya (uang, power)
- persaingan
Cara mengatasinya: Harus bernegosiasi → sama-sama puas dan tidak memperlemah kerjasama dan saling ketergantungan.
7. Kohesivitas meningkat
 saling menyukai
 ingin terus menjadi bagian kelompok
 puas terhadap keanggotaan
 tingkat penerimaan, dukungannya dan kepercayaan meningkat
8. Kemampuan memecahkan masalah
 merasakan adanya masalah
 mencari dan
 menetapkan solusi mengevaluasi efektivitas solusi

• Efek Instrumental dari Keanggotaan Kelompok
Efek instrumental adalah bagian dari keanggotaan itu sendiri. Maksud dari efek instrumental ialah suatu komunikasi antar anggota dan pengaruh dari kebersamaan suatu kelompok. Orang banyak akan melihat dari sisi ini karena orang memilih kelompok karena dia merasa sendiri dan ingin berkelompok.

Sumber: WORDPRESS.COM

• Jenis-jenis Kelompok
Dyad
Komunikasi atau interaksi di antara dua orang (dyad membahas tentang self disclosure itu merupakan salah satu karakteristik kelompok-kelompok tersebut kita ikuti secara sukarela.
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah: The dyad family keluarga yang terdiri dari suami dan anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok.
PBL memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: (1) belajar dimulai teknik MURDER yang menggunakan sepasang anggota dyad dari kelompok beranggotakan 4 orang.
Sumber: http://mediaindonesia.co.cc/search/label/karakteristik+kelompok+dyad



• Pengertian Massa Abstrak
Massa abstrak adalah kumpulan orang – orang yang sama sekali belum mempunyai ikatan satu kesatuan, norma, tujuan dan motif, tidak adanya struktur yang jelas. Alasan – alasan munculnya massa abstrak tersebut adalah :
a. adanya suatu kejadian yang menarik
b. individu mendapat ancaman dan ia membutuhkan perlindungan
c. kebutuhan tidak dapat terpenuhi
d. adanya kesamaan minat, perhatian dan kepentingan yang sama
Sedangkan massa konkrit adalah massa yang mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
a. adanya ikatan batin, ini dikarenakan adanya persamaan kehendak, persamaan tujuan, persamaan ide, dan sebagainya
b. adanya persamaan norma, ini dikarenakan mereka memiliki peraturan sendiri, kebiasaan sendiri
c. mempunyai struktur yang jelas, di dalamnya telah ada pimpinan tertentu
d. bersifat dinamis dan emosional
http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1360&bih=576&q=pengertian+massa+abstrak&btnG=Penelusuran+Google&aq=f&aqi=&aql=&oq=pengertian+massa+abstrak&gs_rfai=&fp=d31161b8980f9aa7
• PENDEKATAN TERHADAP STUDI TENTANG KELOMPOK
A. Pendekatan Terhadap Studi Tentang Kelompok
1. Teori Sintalitas Kelompok (Catell, 1948, 1951)
Sintalitas : kepribadian ¨ kebersamaan, dinamika, temperamen dan kemampuan kelompok
Dimensi kelompok :
a. sifat-sifat sintalitas adalah pengaruh adanya kelompok sebagai keseluruhan terhadap kelompok lain dan lingkungannya
b. sifat-sifat struktur kelompok ¨ hubungan antara anggota kelompok,perilaku kelompok, pola
organisasi kelompok
c. sifat-sifat populasi ¨ sifat rata-rata anggota kelompok
Dinamika Sintalitas :
- eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya
- kelompok-kelompok biasanya saling overlapping
2. Teori Prestasi / Produktivitas Kelompok (Stogdill, 1956)
Dikembangkan dari 3 teori yang berbeda orientasi :
a. orientasi penguat adalah teori-teori tentang belajar
b. orientasi lapangan adalah teori-teori tentang interaksi
c. orientasi kognitif adalah teori-teori tentang harapan

Wirawan, Sarlito. 1997. Psikologi Sosial : Psikologi Kelompok dan PsikologiTerapan. Universitas
Indonesia : Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar